
Blog ArchivePartner / Sponsor |

Bagus Suwandi
Niat, Berbuat, Memroses dan Mengunduh Hasil
| Variable dan Konstanta | 10:21 PM |
|
Filed under:
C++
|
|
Variabel >>
Variabel dalam program digunakan untuk menyimpan suatu nilai yang dapat diubah-ubah selama eksekusi program berlangsung. Variabel yang akan digunakan harus di deklarasikan dahulu, artinya ketika kita melakukan deklarasi suatu variabel berarti kita memesan memory pada komputer dan menentukan jenis data apa yang bisa disimpan didalamnya.
Bentuk umum deklarasi variabel :
tipe_data daftar_variabel;
Pada pendeklarasian variabel, daftar variabel dapat berupa sebuah variabel atau beberapa variabel yang dipisahkan dengan koma. Contoh :
int bil_bulat1;
float bil_pecah1, bil_pecah2;
Adakalanya dalam penulisan sebuah program, setelah dideklarasikan, variabel langsung diberikan nilai awal.
tipe_data nama_variabel = nilai;
Contoh :
int bil_bulat1 = 10;
nilai_siswa = 100;
Variabel dibagi menjadi 2 yakni variabel lokal dan variable global. Yang dijabarkan sebagai berikut :
Variabel lokal dideklarasikan di dalam sebuah fungsi sehingga hanya dapat diakses dan dikenali oleh fungsi itu saja.
Penulisan sintak secara umum :
void fungsi1(void){
int x;
int y;
}
void fungsi2(void){
int x;
int y;
}
Nilai dari variabel x pada fungsi1() hanya akan dikenali oleh fungsi1(), begitu juga dengan nilai dari variabel x pada fungsi2(). Keduanya merupakan variabel yang berbeda dan hanya akan dikenali oleh fungsi yang bersangkutan saja.
Variabel global adalah variabel yang dideklarasikan di luar fungsi, baik fungsi utama maupun fungsi pendukung. Variabel global akan dikenali dan dapat diakses oleh setiap fungsi yang terdapat didalam program.
Contoh program :
#include <stdio.h>
int x ;
x = 10;
void TampilNilaiX (void) //fungsi TampilNilaiX
{
printf(“Nilai x yang dipanggil dari fungsi TampilNilaiX() \t : %d \n ”, x);
}
void main(void) // fungsi utama
{
printf(“Nilai x yang dipanggil dari fungsi main() \t \t : %d \n ”, x);
}
Output Program :
Nilai x yang dipanggil dari fungsi TampilNilaiX() : 10
Nilai x yang dipanggil dari fungsi main() : 10
Konstanta >>
Konstanta menyatakan nilai tetap/tidak dapat diubah ketika program berjalan. Konstanta tidak bisa dideklarasikan seperti variabel, namun konstanta mempunyai tipe. Aturan penulisan konstanta sesuai dengan tipe masing-masing :
- Konstanta karakter : ditulis diantara tanda petik tunggal, contoh : ‘A’, ‘@’
- Konstanta integer ditulis dengan tanda mengandung pemisah ribuan dan tidak mengandung pecahan, contoh : -1 dan 34576
- Konstanta real (float dan double) bisa mengandung pecahan (dengan tanda berupa titik), misanya 26.5f (untuk tipe float) atau 26.5 (untuk tipe double). Selain itu nilainya bisa ditulis dalam bentuk eksponensial (menggunakan tanda e), misalnya 2.1e+5 (maksudnya 2,1 x 105)
- Konstanta string : ditulis diantara tanda petik ganda (“”), misalnya “Konsep Pemrograman”.
Dalam bahasa C, untuk membuat suatu konstanta biasanya menggunakan sebuah makro, yaitu dengan mendefinisikan melalui directive #define. Contoh penulisan konstanta dengan mendefinisikan makro. Meskipun tidak bersifat mutlak, namun kebanyakan programmer C mendefinisikan makro dengan huruf besar (kapital).
Contoh: #define PI 3.1416 /* membuat konstanta PI dengan nilai 3.1416 */
Atau bisa juga menggunakan kata kunci const untuk membentuk suatu konstanta :
const tipe_data nama_konstanta = nilai_kontan;
Contoh implementasi :
const double PI = 3.1416;
Catatan :
Penulisan konstanta diletakkan diatas void main(void), sedangkan penulisan variabel diletakkan didalam void main(void). Hal ini menunjukkan bahwa konstanta bersifat global (dapat diakses oleh semua fungsi yang ada dibawahnya) dan variabel bersifat lokal (hanya dapat diakses oleh fungsi yang terdapat variabelnya). Pastikan semua konstanta bersifat global dan variabel bersifat lokal.
Sumber : Materi Kuliah Konsep Pemrograman Dosen pengampu : Dianni Yusuf, S.Kom

0 comments:
Post a Comment